Sudah lama saya mempunyai Credit Card, dan penggunaannya hanya terbatas pada proses ‘gesek aja’. Namun sudah beberapa waktu yang lalu saya mencoba menggunakan untuk transaksi online via internet. Rasa ingin tahu “kok bisa” itu yang membuat saya mencobanya. Ternyata hanya dengan menggunakan nomor kartu, nama dikartu, valid thru dan 3 digit terakhir yang dikenal dengan nama CVV (credit verification value) yang biasanya tercetak dibelakang credit card maka credit card saya sudah terdebet. Wow??

Setelah itu saya baru tahu bahwa no CVV adalah berfungsi sebagai tanda tangan saya bila transaksi melalui internet atau transaksi yang istilahnya card-not-present transaction. Setelah mengetahui fungsi no
CVV tersebut saya jadi teringat bagaimana saya dan teman-teman saya atau bahkan Anda saat ditawarin credit card baru oleh sales-sales bank yang banyak terdapat di mal-mal, yang hanya membutuhkan fotocopy credit card bolah balik dan fotocopy ktp.Tentu saja semua data yang bisa digunakan card-not-present transaction telah terfotocopy bukan!!!

Timbul pemikiran kenapa nomor CVV tersebut harus tercetak di fisik credit card, sehingga nomor tersebut paten tidak bisa diganti-ganti? Kenapa tidak diperlakukan seperti pin saja? Malahan sekarang khan sudah ada yang debit card Visa yang juga ada 3 digit terakhir yang di cetak di belakang kartu debit, busyet debit card yang notabene uang tunai, buat belanja online. Lebih parah lagi kalau data kartu debit bisa ketahuan.

Cari-cari lewat Google apakah ada jawaban untuk pertanyaan diatas. Akhirnya saya menemukannya, bukan jawaban sebenarnya hanya tips untuk menghindari nomor CVV ketahuan orang lain (lewat fotocopy untuk aplikasi credit card atau terpinjamnya credit card oleh kasir saat kita belanja dll). Adalah dengan mengingat nomor CVV tersebut dan menempelkan stiker untuk menutup nomor tersebut atau bahkan dengan menghapusnya dari fisik credit/debit card, tentu saja dengan sedikit merusak kartu tersebut. Bila perlu ganti kartu dengan yang baru tentu saja dengan nomor CVV yang baru juga bila data telah terekspose.
Ini hanya sekedar pemikiran pribadi tentang bahayanya credit/debit card dengan nomor CVV yang tercetak pada fisiknya.