KOMPAS.com – Banyak cara yang dilakukan orangtua untuk mendisplinkan anak. Sebuah studi yang diterbitkan dalamCanadian Medical Association Journal bahkan menyatakan, tak jarang orangtua memukul anak dengan dalih untuk mendisiplinkannya. Hal ini disebabkan orangtua merasa harus menunjukkan kekuasaan kepada anak, padahal sebenarnya hal ini tidak perlu.

“Bagi anak, orangtua adalah pahlawan dan contoh bagi mereka, dan jika kita memberi contoh yang negatif dan agresif maka mereka pun akan mencontohnya,” ungkap Jennifer A. Powell-Lunder, psikolog anak dalam artikelnya, Kids and Discipline: What Yo do and Say Matters. 

Lalu bagaimana cara mendisiplinkan anak? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa gaya pengasuhan yang paling positif untuk mendidik anak adalah dengan menetapkan batas-batas yang boleh dilakukan dan tidak, membiasakan diskusi, dan membantunya memahami setiap aturan. Kunci untuk mengasuh anak secara positif adalah dengan adanya konsistensi orangtua.

1. Lakukan pekerjaan rumah bersama anak

Melakukan pekerjaan rumah bersama anak dengan semua aturan dan konsekuensinya akan membuat anak memahami bagaimana harus melakukannya. Selain itu, Anda bisa memiliki mereka seutuhnya karena kebersamaan selama bekerja bisa menimbulkan ikatan batin yang lebih kuat.

2. Jelaskan kesalahan mereka
Tugas orangtua adalah untuk menjaga konsistensi dan berjalannya aturan dengan baik. Ketika anak melanggar aturan, ambil sikap tegas dan konsisten sesuai dengan hukuman yang sudah disepakati bersama. Jelaskan aturan yang sudah mereka langgar, mengapa hal tersebut dianggap salah, dan apa konsekuensinya. Hal ini dilakukan agar anak memahami kesalahannya, dan tak mengulanginya lagi.

3. Definisikan aturan dengan tepat
Anak memiliki definisi sendiri tentang berbagai hal, termasuk aturan. Sebaiknya samakan persepsi Anda dan anak agar Anda berdua memiliki pandangan yang sama tentang aturan tersebut. Misalnya, ketika Anda ingin si kecil membersihkan kamarnya, jelaskan definisi bersih yang Anda inginkan. “Anda pasti akan terkejut ketika tahu beragamnya penafsiran mereka dari aturan tersebut,” tambahnya.

4. Orangtua yang sejalan

Anak akan lebih mudah memahami aturan dan melaksanakannya, ketika kedua orangtua memiliki aturan yang sama dan seia sekata dalam melaksanakan aturan. Samakan dulu pandangan Anda dan pasangan dalam mendisplinkan anak, agar anak tidak bingung dalam menjalankan aturan. Selain itu, anak tidak akan berpihak pada salah satu orangtua yang dianggapnya lebih baik.

5. Beri contoh
Orangtua adalah contoh terbaik bagi anak. Jangan harap anak akan menjadi baik ketika mereka selalu diberi contoh perbuatan tak baik dari orangtuanya. Setiap orang pasti berbuat kesalahan, termasuk orangtua, namun yang paling penting adalah bagaimana cara Anda mengatasi dan memperbaiki kesalahan. Anak akan belajar untuk berbesar hati dalam mengakui kesalahan, dan mampu bangkit lagi.

Iklan