Gagasan untuk menyatukan zona waktu di Indonesia dengan memakai patokan Waktu Indonesia Tengah (WITA) sedang ramai diperbincangkan. Menurut pakar kesehatan tidur, perubahan zona waktu bakal membuat banyak orang stres khususnya di bagian barat Indonesia karena harus bangun lebih pagi.Pemerintah berencana menyatukan satu zona waktu di Indonesia pada 17 Agustus 2012. Zona waktu yang dipakai adalah Waktu Indonesia Tengah (WITA), sama seperti Malaysia dan Singapura. Dengan begitu, penduduk di Indonesia barat (WIB) zona waktunya maju 1 jam dan penduduk di Indonesia timur zona waktunya mudur 1 jam.

“Pasti ada pengaruhnya, akan banyak yang mengantuk karena harus bangun lebih pagi dari biasanya,” kata seorang pakar kesehatan tidur, Dr Rimawati Tedjasukmana kepada detikHealth usai jumpa pers “2012 World Sleep Day: Breath Easily Sleep Well” di RS Medistra, Kamis (15/3/2012).

Menurut Dr Rima, perubahan ritme tidur akan sangat dirasakan khususnya oleh anak sekolah. Misalnya jika saat ini anaknya harus berangkat dari rumah pukul 5.30 WIB karena sekolahnya mulai pukul 6.15 WIB, kalau disamakan dengan WITA maka anaknya harus berangkat jam 4.30 WIB.

Agar bisa bangun lebih pagi, otomatis anaknya juga harus mengubah ritme mengantuknya pada malam hari. Jika semula jam 21.00 WIB sudah mengantuk, dengan penyatuan zona waktu menjadi WITA maka anak-anak harus sudah mengantuk pukul 20.00 WIB atau tetap pukul 21.00 menurut WITA.

Ditambahkan oleh Dr Rima, masa paling berat adalah ketika orang harus beradaptasi dengan zona waktu yang baru. Kemampuan orang dalam beradaptasi berbeda-beda, sehingga tingkat stres dan mengantuknya juga akan berbeda meski ia meyakini akan banyak yang merasakan dampaknya.

Selain masalah kebiasaan serta siklus tidur dan bangun, faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam proses adaptasi dengan zona waktu yang baru adalah sinar matahari. Menurut Dr Rima, jam biologis manusia sangat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya sinar matahari.

“Pasti sulit kalau mau disamakan karena selisihnya bisa sampai 2 jam. Misalnya jam 6.00 itu sudah pagi menurut orang-orang di Indonesia timur. Coba kalau zona waktunya sama, jam segitu belum ada matahari di Jakarta karena baru jam 4.00 pagi. Itu bisa bikin stres dan mengantuk,” kata Dr Rima. Sumber detik.