detikcom – Jakarta, Peternakan ayam potong sering memakai antibiotik secara sembarangan agar ayam-ayamnya cepat gemuk. Salah satu dampak negatifnya adalah, perempuan yang mengonsumsi dagingnya lebih rentan kena infeksi saluran kemih yang susah diobati.

Infeksi tersebut dipicu oleh bakteri yang sebenarnya juga banyak ditemukan dalam tubuh manusia yakni Eschericia coli (E.coli). Bakteri ini juga sejak lama diketahui sebagai salah satu penyebab infeksi saluran kemih baik pada laki-laki maupun perempuan.

Namun penggunaan antibiotik secara sembarangan di peternakan ayam potong membuat kasus infeksi saluran kemih belakangan ini semakin meningkat. Pasalnya, ayam potong yang diberi makan dengan antibiotik mengandung jenis E.coli yang sudah kebal obat yakni Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL).

Ketika dikonsumsi oleh manusia, bakteri ini akan mengganggu keseimbangan mikrobiologi di dalam tubuh. Ketika sudah memicu infeksi, bakteri ini juga menjadi sulit dibasmi karena sejak masih berada di tubuh ayam sudah membentuk kekebalan terhadap obat.

Ancaman E.coli dari ayam potong setidaknya sudah terbukti di negara-negara yang banyak mengonsumsi ayam potong termasuk Inggris. Penelitian tahun 2008 yang dilakukan oleh McGill University di Kanada menunjukkan, 12 persen dada ayam yang dijual di Inggris mengandung ESBL.

Penelitian yang sama juga mengungkap, 5-10 persen infeksi saluran kemih pada perempuan yang berhubungan dengan E.coli dipicu oleh jenis E.coli kebal obat dari ayam potong yakni ESBL. Selain sulit diobati, bakteri ini lebih rentan memicu gangguan ginjal.

“Konsekuensinya, pengobatan infeksi saluran kemih makin rumit, risiko pengobatan makin tinggi dan ongkosnya juga lebih mahal,” kata Amee Manges yang memimpin penelitian ini seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (25/3/2012).

Infeksi saluran kemih merupakan salah satu jenis infeksi yang paling banyak menyerang orang Inggris. Sedikitnya 1,5 juta orang terjangkit infeksi ini setiap tahunnya, dengan risiko pada permepuan 50 kali lebih tinggi dibandingkan risikonya pada laki-laki.