Microsoft mendorong lembaga sosial masyarakat (LSM) atau Non Government Organization (NGO) untuk menggunakan teknologi informasi demi produktivitas.Director Corporate Affairs Microsoft Indonesia Chrisma Albandjar menjelaskan LSM memang menjadi ujung tombak pendamping masyarakat akar rumput dalam memberdayakan masyarakat di berbagai bidang.

Sebagai organisasi non profit, LSM ini tentu punya tantangan bisa bekerja dengan sumber daya yang lebih efisien.

“Untuk mendukung produktivitas kerja mereka, kami memberikan donasi software (software donation) sesuai kebutuhannya,” kata Chrisma saat media gathering di Resto Le Seminyak Pacific Place Jakarta, Selasa (1/5/2012).

Hingga saat ini, era globalisasi menuntut semua perusahaan dan individu untuk bergerak secara digital dan virtual. LSM pun perlu memanfaatkan perangkat teknologi agar terus berdaya saing.

Sehingga peran teknologi dianggap paling penting di sini. Selain untuk meningkatkan produktivitas, peran IT di sini bisa untuk memonitor kegiatan, komunikasi jarak jauh, manajemen keuangan, manajemen proyek dan sebagainya.

“Kami menyediakan peranti lunak secara gratis kepada LSM-LSM tersebut,” tambahnya.

Kebanyakan LSM ini memang hanya memerlukan software Microsoft Office, server, Live Messenger, Microsoft Publisher, OS Windows asli maupun antivirus. Perangkat lunak tersebut kebanyakan dipilih karena LSM memang mayoritas hanya memakai perangkat lunak itu.

“Kami akan memberikan software secara volume license, tergantung kebutuhan LSM. Kalau ada 20 perangkat keras, maka kita akan meng-install di 20 perangkat tersebut,” jelasnya.

Pendaftaran
Untuk bisa mendapatkan software tersebut secara gratis, para LSM ini diharuskan memiliki surat akta notaris tentang LSM yang bergerak di bidang non profit. Selain itu, LSM ini juga wajib terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

“Ini merupakan bagian dari citizenship, bukan tanggung jawab perusahaan (corporate social responsibility /CSR). Intinya kami sebagai warga negara harus membantu masyarakat di sekelilingnya, salah satunya LSM di Indonesia,” jelasnya.

Langkah selanjutnya, LSM ini bisa mengakses web khusus yang berisi tentang proses pendaftaran hingga program Software Donation untuk LSM tersebut. Pengguna bisa mengakses ke http://www.microsoft.com/ngo atau http://www.itngo.aseanfoundation.org atau http://www.microsoft.com/indonesia/elevateindonesia/default.aspx.

“Di website, informasinya sangat jelas hingga permintaan mengirim dokumen terkait akta notaris bisa juga langsung dikirim,” jelasnya.

Program berkala
Microsoft sudah melakukan kegiatan software donation ini sejak tahun 2003. Hingga saat ini sudah ada sekitar 160 LSM yang telah dibantu dalam penyediaan software asli dari Microsoft.

“Bantuan yang kami berikan sudah sekitar 5 juta dollar AS,” tambahnya.

Dengan adanya teknologi, khususnya software dari Microsoft ini, maka LSM diharapkan dapat mengakses dan memanfaatkan teknologi secara cuma-cuma melalui program Software Donation tersebut.

Henny Indrawati, Sekretaris Eksekutif Yayasan Pantara menjelaskan bantuan Microsoft melalui Software Donation ini sangat efektif dalam membantu kinerja yayasan. Semula, tanpa dukungan software ini, maka yayasan akan bekerja secara manual.

“Namun dengan bantuan ini, kerja kami lebih efektif dan efisien,”

Yayasan yang bergerak di bidang bantuan ke guru Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini juga kerap memanfaatkan software yang diberikan Microsoft, khususnya agar anak-anak tidak bosan.

“Kami presentasi menggunakan gambar, suara dan video yang bisa dilakukan di Microsoft Office khususnya Power Point. Sehingga lebih interaktif. Anak-anak juga tidak mudah bosan,” kenang Henny.

Sumber kompas.