LAPORAN bulanan Kaspersky Lab mengenai negara sumber spam mengungkapkan adanya perubahan pada jumlah distribusi.

Salah satunya Indonesia yang mengalami penurunan peringkat dan terlempar ke luar daftar 10 besar dalam pengiriman spam, dimana pada bulan April, Indonesia hanya berkontribusi 5,2%.

Sementara peringkat negara lain seperti Amerika Serikat dan China meningkat masing-masing di urutan kedua dan kelima. Pada bulan tersebut, perusahaan penyedia anti virus tersebut mendeteksi surat elektronik sampah yang terkirimkan secara massal dan berasal dari jejaring sosial Facebook.

Dalam surat tersebut terdapat tautan yang dapat mengirimkan korban ke laman yang sudah terinfeksi. Dengan membawa nama gim Diablo III yang sedang dinanti kehadirannya, para penyebar spam itu dapat mencuri seluruh data korban yang juga telah memasukkan informasi pribadi ke laman palsu.

Spam jenis politik juga muncul di bulan yang sama. Korbannya ialah pengguna internet di AS dan Perancis yang membaca info seputar skandal Presiden AS Barack Obama. Seperti disampaikan analis spam di Kaspersky Lab Mariia Namestnikova, beberapa bulan mendatang kembali akan muncul spam dengan isu serupa.

”Selain itu, pencurian data akan lebih fokus lagi pada jejaring sosial dan gim daring, dimana pada waktu libur sekolah akan banyak murid yang menggunakan internet untuk hal-hal tersebut,” ungkapnya.

Sumber mediaindonesia.