Metrotvnews.com, Georgia: Seekor nyamuk yang terkena tetesan air hujan setara dengan seorang manusia yang terhantam mobil dalam kecepatan tinggi.Namun riset terbaru menunjukkan bahwa hewan penghisap darah ini mampu selamat tanpa kesulitan berarti. Bagaimana caranya?

Rahasia terbesar terletak pada ukuran serta bobot tubuh nyamuk. Saking ringannya, tetesan air tidak “pecah” saat jatuh ke atas badan nyamuk. Temuan ini tertulis dalam jurnal
Proceedings of the National Academy of Sciences.

Alih-alih mendapat hantaman berkekuatan tinggi, nyamuk malah terjebak dalam butiran air. Pada fase ini, serangga yang paling banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia, mampu membebaskan diri dan kembali terbang tanpa terluka.

“Tetesan air turun dalam kecepatan setara komet. Nyamuk tidak perlu menahan kekuatan hantaman, karena tetesan air berukuran lebih besar dan membawa tubuh mereka,” ucap David Hu, profesor teknik mekanik dan biologi Institut Teknologi Georgia, pada LiveScience.com, belum lama ini.

“Karena terjadi seperti itu, daya hantam yang mengenai nyamuk cenderung minim,” tambahnya.

Karena nyamuk terjebak dalam tetesan air, nyamuk perlu terbang tinggi saat hujan turun. Bila terlalu rendah, nyamuk berisiko tewas akibat terbawa tetesan air dan menghantam tanah dengan kecepatan 1000 kali lipat panjang tubuhnya.

Di habitat aslinya, nyamuk cenderung berlindung saat hujan turun. Untuk melakukannya, mereka perlu bertahan hidup untuk mencapai tempat berteduh. Saat ini Hu dan para koleganya berencana menginvestigasi bagaimana cara nyamuk menghadapi faktor alam lainnya, seperti embun.

“Pada dasarnya nyamuk mampu bertahan di segala jenis cuaca. Kami ingin memahami sistem adaptasi tubuh semacam ini, agar nantinya dapat diterapkan pada bidang ilmu lain,” tutup Hu.