Jakarta – Pada era modern sekarang ini, budaya hidup hemat dan menabung nampaknya sudah hilang dari pola pikir anak. Hal ini tidak lain dikarenakan orangtua dan guru kurang memberikan contoh yang tepat untuk bersikap lebih hemat dan menabung.

Padahal, dengan pola hidup yang konsumtif seperti sekarang, dapat membentuk pola pikir anak yang menjadi sangat oportunis, dan menghasilkan SDM yang rendah di masa mendatang.

Demikian disampaikan Ratih Ibrahim, Psikolog dari Personal Growth, dalam seminar “Ayo Menabung dan Berbagi”, di Jakarta, Rabu (25/7).

“Pola hidup hemat perlu diterapkan pada anak sejak dini, anak akan terbiasa hidup hemat, dan belajar mengelola keuangannya,” kata Ratih.

Ia menjelaskan, orangtua juga perlu memberikan contoh yang baik, yaitu dengan memberikan hak-hak anak sesuai dengan seharusnya. Misalnya, ketika anak sedang masa libur, atau anak mampu menabung. Orangtua harus memberikan hak anak untuk mendapatkan uang saku pada hari berikutnya, bukan justru diajarkan untuk menghabiskan uang yang ia sisihkan.

“Berikan ia hak untuk mengelola uang jajannya sebagai pembelajaran. Kemudian, ajarkan juga mereka berempati kepada orang yang kurang beruntung,” ujarnya.   

Namun, menurut Ratih, sebaik-baiknya orangtua memberikan pengajaran kepada anak, tidak akan berpengaruh bila orangtua tidak memberikan contoh. Menurutnya, orangtua merupakan role model yang menjadi teladan sang anak.

“Kita harus mendidik mereka, karena anak tidak bisa hebat secara sendirian,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, dengan membentuk anak dengan cinta kasih dan contoh yang benar, maka akan membentuk generasi muda yang unggul di masa mendatang. Terutama dealam membentuk lima sifat pemimpin yaitu mampu, cerdas, tangguh, berkarakter kuat, dan memiliki hati bagi sesama, peka dan peduli pada lingkungan dan bangsanya. [WS] {jcomments on}

Go to Source