Jakarta – Sebuah studi terbaru dari Jurnal Cancer Research mengklaim bahwa peminum kopi memiliki resiko lebih kecil terkena karsinoma sel basal, yang merupakan faktor pemicu paling umum kanker kulit. Penelitian tersebut menyebutkan, individu yang minum setidaknya dua gelas cangkir kopi sehari menurunkan 20 persen resiko bantuk ringan dari kanker kulit yang menyebabkan kerusakan signifikan pada kulit.

“Berdasarkan penelitian pada 113 ribu pria dan wanita yang semuanya meminum tiga atau lebih cangkir kopi, terlihat bahwa  tingkat karsionoma sel basal adalah 20 persen lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak meminum kopi. Dan nampaklnya, zat aktif tersebut adalah kafein,” ungkap Jiali Han, salah satu peneliti dan profesor dermatologi dan epidemologi di RW Boston dan Harvard School of Public Health, sebagaimana dilansir naturalnews.com.

Senada dengan hal terebut, Dr Josh Zeichner, asisten profesor dermatologi di Mount Sinai Medical Center di New York, mengungkapkan, kafein dapat membantu tubuh membunuh sel-sel kulit yang rusak. “Jika Anda menyingkirkan sel-sel yang rusak, maka mereka tidak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan membentuk kanker,” katanya.

Penemuan ini berkorelasi erat dengan studi 2011 dari Rutgers University yang mengidentifikasi hubungan antara kafein dan pencegahan kanker kulit. Penelitian tersebut menunjukkan kafein dapat menjadi pengobatan tropikal efektif untuk melindungi kulit terhadap kerusakan yang diakibatkan paparan sinar ultraviolet matahari yang berlebihan.

“Meskipun kopi dikatakan mampu menurunkan resiko non melanoma kanker kulit. Namun, perlu adanya penelitian lanjutan untuk menentukan apakah kafein topikal menghambat sinar matahari yang menyebabkan kanker kulit,” ujar Allan Conney, Director of the Susan Lehman Cullman Laboratory for Cancer Research about the Rutgers study.

Penelitian ini sangat menjanjikan bahwa minum kopi dapat mencegah kanker kulit. Namun,  penting untuk diingat bahwa konsumsi kopi dapat berbahaya dan merusak kesehatan. Ada banyak cara lain untuk mencegah kanker kulit, termasuk paparan teratur untuk sinar matahari alami tanpa pembakaran dan vitamin D, yang tidak menyebabkan masalah kesehatan lainnya. [WS] {jcomments on}

Go to Source