Jakarta – Kaum Adam perlu mewaspadai bila mulai mengalami disfungsi ereksi. Pasalnya, hal tersebut dapat menjadi indikator penyakit kardiovaskular mematikan, seperti stroke atau jantung koroner.

“Saat ini, disfungsi ereksi mulai menyerang pria muda, yakni 40-50 tahun. Hal ini terlihat dari maraknya kaum muda yang mulai menggunakan obat kuat. Bila gangguan seksual tersebut tidak segera dikenali penyebabnya, maka, dalam 2-3 tahun mendatang pria tersebut dapat terserang stroke,” ujar Djoko Maryono, dokter spesialis penyakit jantung RS Pertamina, dalam peluncuran produk di Tempo Scan Pasific, Jakarta, Rabu (18/7).

Ia memaparkan, berdasarkan data, dalam jangka waktu 2 tahun, orang yang mengalami disfungsi ereksi beresiko mengalami stroke (57 peren), dan sebesar dirawat di rumah sakit (64 persen).

Data WHO menyebutkan, Atherothrombosis atau sumbatan pembuluh darah, merupakan merupakan penyebab kematian tertinggi sedunia. Karena itu, perlu adanya pendeteksian dini guna mengurangi resiko kematian.

“Untuk mendeteksi dini resiko jantung koroner, maka masyarakat perlu melihat kondisi pembuluh darah. Selain disfungsi ereksi, indikasi dapat terlihat dari seringnya mengalami vertigo, telinga berdengin, kesemutan, dan dapat dicek melalui kondisi matanya,” kata Djoko.

Namun, Djoko memberikan tips yang mudah untuk dilakukan, yakni dengan mengecek kondisi gusi orang tersebut. Bila, pembuluh darahnya bagus maka gusinya berwarna merah. Sebaliknya, bila gusinya hitam, maka pembuluh darahnya jelek. Selain itu, biasanya giginya tonggos, karena gusinya mengkerut.

“Jadi dari kondisi mulut sudah bisa dicek bagaimana kondisi darahnya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, pengaruh modernisasi dan weternisasi, membawa pengaruh buruk dalam kondisi kesehatan masyarakat Indonesia. Karena kini masyarakat lebih suka makan di mall atau restoran yang menyediakan makanan wetstern ataupun junk food.

Selain itu, pola hidup masa kini banya membawa pengaruh buruk dan menjadi sumber radikal bebas, seperti, asap rokok, polusi udara, x ray, bahan radioaktif, radiasi telepon, seluler, komputer, TV dan stasiun pemancar, pengawet makanan, pembersih rumah tangga, pestisida dan herbitisas, dan sebagainya. [WS]  {jcomments on}

Go to Source