Jakarta – Kementerian Kesehatan menunda screening hepatitis B pada tahun ini. Pasalnya, selain biaya screening yang besar, tindakan tersebut dirasakan kurang efektif karena pada tahun 2013 Kementerian Kesehatan bakal mengadakan Riset Kesehatan Dasar.

“Tadinya, keinginannya screening seluruh Indonesia, namun dananya sangat besar, dan dipertanyakan dari segi efisiensi dan inefisensi. Akhirnya akan kita tunda. Selain itu, kita akan mengadakan Riskesdas 2013 nanti.” ujar Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan HM Subuh, dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jum`at (20/7).

Ia menjelaskan, dalam satu program secara nasional, harus dilandaskan  data atau riset.Sementara data-data saat ini belum komplit, dan didepan mata sudah ada berapa datanya.

“Kalau ternyata kita melakukan screening massal dan yang terkena banyak, dapat menjadi bumerang bagi kita,” ujar Subuh.

Subuh menambahkan, ia telah berkoordinasi dengan tenaga ahli dan berpengalaman supaya tidak membiarkan kesempatan ini. Jelasnya, Indonesia termasuk unggul karena merupakan salah satu negara yang paling serius menggarap isu ini, dan mengajukan ini ke internasional.

“Karena itu peran dari tim ahli segera kami galang. Kami juga mensupport mereka untuk segera membuat kajian yang tepat. Sehingga bisa segera diberlakukan,” ujarnya.

Jelas Subuh, Kemkes bersama tim ahli akan mengkaji mengenai operasional riset, yaitu bagaimana kondisi perilaku sosial, ekonomi, perilaku hidup bersih dan sehat. Selanjutnya, mengkaji riset klinik. “Dari kedua hal ini akan kita kombine menjadi kebijakan nasional. Kita tidak mau membuat kebijakan sembarangan dan akhirnya berantakan,” demikian Subuh. [WS] {jcomments on}

 

Go to Source

Iklan