Jakarta – Orangtua jangan hanya memperhatikan pertumbuhan anak segi fisik semata (physic oriented), melainkan juga memberikan “nutrisi” bagi jiwanya, antara lain, motivasi dan cinta.

Menurut Hilman Al Madani, konselor keluarga dari Yayasan Kita dan Buah Hati, di Jakarta, Senin (23/7), sama halnya dengan pertumbuhan fisik, pertumbuhan jiwa penting untuk bekal masa depannya. Orang yang memiliki nutrisi jiwa yang baik, kata Hilman, cenderung bisa fight dengan lingkungannya.

“Orang-orang yang bergairah cenderung lebih tahan uji dibanding orang yang tidak memiliki motivasi dan gairah dalam melakukan suatu hal. Meskipun secara fisik orang itu terlihat sehat dan bugar, belum tentu kondisi jiwanya baik, ” ujar Hilman.

Hilman menegaskan, pertumbuhan fisik dan pertumbuhan jiwa, saling melengkapi satu sama lainnya. Dikatakannya, untuk memberikan nutrisi jiwa kepada anak tidak perlu dengan hal yang rumit, tetapi cukup dengan cinta, penerimaan, komunikasi yang baik, penghargaan, dan sebagainya.

Ia mencontohkan, kata-kata yang baik seperti “ayah bangga”, “wah kamu hebat sekali bisa melakukan ini,” dan pujian lainnya sangat berarti untuk anak.

“Cinta suatu hal yang murah, dan universal. Mencintai anak kita adalah investasi masa depan dan nanti dia bisa memandang dunia dengan mata terbuka,” tambah Hilman. [WS] {jcomments on}

 

Go to Source