Jakarta – Selama ini banyak ibu hamil yang beranggapan berpuasa dapat memberikan dampak buruk bagi pertumbuhan janin. Ternyata anggapan itu, menurut seorang dokter ahli kebidanan, keliru. Selama kondisi tubuh ibu dan janin dalam keaadaan sehat, kata dokter itu, ibu tidak perlu khawatir menjalankan puasa.

“Berpuasa pada saat hamil tidak secara langsung berpengaruh terhadap kecerdasan intelegensia janin. Karena, ketika sang ibu berpuasa, janin tetap mendapatkan nutrisi dari cadangan makanan  sang ibu. Jadi, tidak ada batasan waktu,” ujar Febriansyah Darus, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dari Kemang Medical Care, dalam talkshow “Love Your Pregnancy” dari Sari Husada, di Jakarta, Kamis (13/7).

Ketika sedang berpuasa, bayi akan mengambil nutrisi dari cadangan ibunya, misalnya dari lemak atau sumber nutrisi lain. Karena itu, Febri membantah bahwa ketika berpuasa bayi menjadi tidak mendapatkan nutrisi.

“Oleh karena itu, ibu harus tetap menjaga kadar nutrisi yang baik bagi bayi,yaitu dengan makan sehari tiga kali, ketika sahur, berbuka, dan malam sebelum tidur. Jadi hanya penempatan waktunya saja yang berubah, tetapi porsi makannya tetap sama yaitu sehari 3 kali,” ujar Febri.  

Namun, sebelum melakukan puasa, sebaiknya ibu berkonsultasi kedokter kandungan. Hal ini dilakukan untuk mengecek bagaimana kondisi ibu dan bayi. Apabila dokter mengijinkan, ibu dapat melakukan puasa.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika berpuasa di bulan pertama kehamilan dapat mengakibatkan penurunan berat badan bayi saat lahir. Namun, penurunan tersebut hanya sekitar 40 gram sehingga relatif kecil dan tidak berdampak besar bagi kesehatan janin.

“Pada wanita hamil yang berpuasa umumnya akan terjadi perubahan keseimbangan kimia dalam darah. Namun, perubahan ini tidak berbahaya bagi ibu dan bayinya,” kata Febri.

Lanjutnya, bila kondisi kehamilan dalam keadaan yang kurang baik, ibu disarankan untuk  tidak melakukan puasa. Hal tersebut juga berlaku bila ibu menderita penyakit kronik seperti diabetes, ginjal, atau kontraksi secara terus menerus.

Bila ibu menderita penyakit umum seperti flu atau batuk, ibu tidak perlu serta merta melakukan pengobatan. Karena, flu atau batuk dapat diobati hanya dengan istirahat yang cukup. Kecuali, kalau ibu menderita demam tinggi yang harus membatalkan puasa karena membutuhkan cairan.

“Selain itu, kalau pada awal kehamilan atau trimester pertama  ibu sering mual dan muntah, maka tidak dianjurkan untuk berpuasa,” tambahnya.

Febri memberikan tips untuk menjaga kehamilan tetap sehat selama berpuasa, yaitu, memastikan asupan nutrisi tercukupi, makan sebelum tidur, dan memilih makanan yang kaya serat. Selain itu, ibu juga harus banyak minum air putih sebelum sahur dan setelah berbuka. Serta menghindari aktivitas fisik. [WS] {jcomments on}

Go to Source