Jakarta – Pertumbuhan sel kanker seringkali tak bisa diduga, karena gejala yang nyata baru dideteksi justru setelah memasuki stadium lanjut. Kini ada metode PET scan, yang bisa mengecek pertumbuhan sel kanker secara menyeluruh di dalam tubuh.

“Banyak cara untuk mengecek kanker, bisa melalui MRA, CT Scan, dan yang lebih canggih sekarang ada PET Scan. Metode PET Scan itu cara kerjanya sederhana, yaitu dengan menyuntikkan cairan radiofarmaka FDG, yaitu cairan glukosa yang beradio aktif,” kata Ulfana Said Umar, Wakil Sekretaris Jenderal Yayasan Kanker Indonesia (YKI), dalam seminar kanker, di Jakarta, Kamis (2/8).

Ia menjelaskan, sel kanker merupakan sel yang hidup, dia juga menyerap glukosa dengan cepat. Karena itu, ketika cairan glukosa yang mengandung radio aaktif disuntikkan kedalam tubuh, sel kanker akan menyerap dengan cepat. Dengan begitu, sel kanker dapat langsung dilihat melalui scan, bila sel kanker memakan glukosa akan terlihat berwarna merah atau orange.

“PET Scan itu sensitivitasnya cukup tinggi. Di Singapura, mampu mengecek hingga sel kanker yang berukuran 6mm. Selain itu, mampu mengecek semua sel kanker yang berada di seluruh tubuh. Misalnya, kalau sudah ada sel kanker di paru, dapat segera kita cek apakah sudah menyebar ke organ lain atau belum,” ujar Ulfana.

Metode pengecekan khusus untuk jaringan dan organ sangat efektif. Namun, sayangnya biasayanya masih sangat mahal dan masih jarang Rumah Sakit di Indonesia yang memiliki fasilitas ini.

Sedangkan, untuk pengecekan terhadap kanker darah. Harus menggunakan metode Lumbal Pungsi. Yaitu prosedur adalah suatu prosedur pengambilan cairan serebrospinal (liquor cerebrospinal / LCS) dalam ruang subarachnoid yang melingkari seluruh sistem saraf pusat.

“Kalau untuk kanker darah, sistemnya perubahan sel darah, jadi yang diecek dari sumsum tulang dan kita ambil dan periksa,” ujar Ulfana.

Pungsi lumbal berguna untuk melihat tanda-tanda radang melalui jumlah sel radang, protein, dan glukosa yang terkandung dalam cairan serebrospinal pada meningitis.

Unafa menjelaskan, “Di luar negeri sudah ada suatu alat untuk langsung mengetes bagaimana kandungan sel darah. Jadi setelah diambil, kemudian diputar selama beberapa menit, langsung bsia dicek bagaimana kadar darahnya. Sayangnya, alat tersebut belum ada di Indonesia.” [WS]
{jcomments on}

 

Go to Source