Jakarta – Pada bulan Ramadan orang sering mengalami kelelahan dan letih. Karena itu mereka mengkonsumsi obat-obatan penahan rasa sakit dan nyeri. Padahal, konsumsi obat tersebut saat berpuasa dapat menyebabkan luka pada lambung dan usus.

“Pada keadaan yang sudah parah dapat menyebabkan muntah darah dan feses berubah menjadi hitam,” ujar ujar Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam, dalam kegiatan donor darah di FKUI, Jakarta, Jumat (4/8).

Umumnya, gangguan ini meyerang orang yang sudah lanjut usia, dimana kondisi lambungnya sudah tipis, dan vaskulernya tidak terlalu baik. Yaitu, ketika obat-obatan tersebut dikonsumsi ketika keadaan perut kosong,

“Biasanya bereaksi terhadap orang dewasa yang berusia diatas 40 tahun. Akan tetapi, harus pula dilihat faktor-faktor pendukungnya, seperti keadaan sedang berpuasa, kombinasi dengan obat toksik, obat pengencer darah, atau obat lainnya,” ujar Ari.

Obat penahaan rasa sakit ini biasanya mengandung Nonsteroidal Antiinflammatory Drugs (NSAIDs) yang sangat tajam untuk lambung. Karena itu, penggunaan obat ini juga harus bersamaan dengan obat asam lambung.

“Prinsipnya, kalau dalam keadaan seperti ini lebih baik menggunakan obat luar, obat gosok, atau penggunaan Paracetamol,” ujar Ari.

Untuk melakukan pengecekan, selain melihat gejala sakitnya, seperti muntah darah ataupun feses, dapat pula dilakukan pengecekan darah dan endoskopi. Pada kondisi yang sudah parah harsu segera mendapatkan transfusi darah. [WS] {jcomments on}

Go to Source