Jakarta – Selama bulan puasa, ada keengganan para pendonor darah untuk mendonorkan darahnya. Padahal, kebutuhan darah selama bulan puasa cenderung tetap atau meningkat.  Hal ini dikarenakan adanya mitos bahwa orang berpuasa tidak boleh mendonorkan darah.

“Yang menjadi masalah adalah adanya mitos yang salah di masyarakat bahwa orang yang sedang berpuasa tidak boleh melakukan donor darah. Padahal, justru pendonor yang berpuasa lebih sehat daripada yang tidak berpuasa,” ujar Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam, dalam kegiatan donor darah di FKUI, Jakarta, Jumat (4/8).  

Namun, ia menyarankan agar orang yang akan mendonorkan darahnya memilih timing yang tepat, yaitu sebelum dan sesudah berbuka.

Ari mengungkapkan, pada dasarnya kebutuhan darah di Indonesia sangat kurang. Terlebih selama bulan puasa orang enggan mendonorkan darah. Padahal, ketika bulan puasa ada kecenderungan orang mengalami pendarahan hebat, baik karena penggunaan obat maupun kecelakaan, bagi mereka yang menjalankan mudik.  

Permasalahannya adalah kekurangan darah hanya dapat diganti dengan pemberian pasokan darah. Obat-obatan hanya mampu merangsang pembentukan darah, dan membutuhkan waktu cukup lama. Pada kondisi mendesak, pasien membutuhkan pasokan darah.

Karena itu, Ari mengajak agar setiap orang untuk mendonorkan darahnya. Menurutnya, donor darah memberikan manfaat yang baik bagi fisik dan psikologis pendonor.

Donor darah, bermanfaat untuk mengatur kadar zat besi (Fe) di dalam tubuh. Bila terlalu banyak menumpuk di dalam tubuh, justru akan berakibat mengganggu kinerja jantung.

“Selain itu, melalui donor akan dilakukan proses skrining, untuk mengecek tekanan darah. Dan mengecek apakah ada penyakit di dalam darah, seperti HIV atau Hepatitis B,” ujar Ari.

Setiap pendonor harus memiliki persayaratan memiliki tekanan darah sayng ideal, yaitu tekanan darah sistolik 160-110, diastolik 70-100, tidak dalam kondsisi demam 45 kg.  

“Selain itu, darah akan dibentuk selama 120 hari, ketika dikeluarkan, tubuh akan membentuk darah baru,” ujar Ari. [WS]{jcomments on}

Go to Source