Category: Sains


Menurut ilmuwan, manusia berevolusi dari ikan hiu purba yang mendiami laut lebih dari 300 juta tahun lalu. Ikan primitif bernama Acanthodes bronni ini menjadi leluhur bagi semua makhluk bertulang belakang atau vertebrata berahang di bumi. Dan manusia termasuk makhluk bertulang belakang.

Setelah analisa ulang tempurung otak berusia 290 juta tahun, ilmuwan mengetahui hewan purba ini bagian dari gnathostomes modern. Artinya, makhluk berahang ini termasuk ribuan vertebrata hidup seperti ikan, burung, reptil, mamalia, hingga manusia.

Acanthodes berasal dari bahasa Yunani berarti “berduri”. Hewan ini telah hadir sebelum berpisah dengan hiu permulaan dan ikan berduri pertama. Garis keturunan ini mencakup manusia. Fosil telah ditemukan di Eropa, Amerika Utara, dan Australia.

Dibanding hiu berduri lainnya, hewan ini tergolong besar dalam ukuran panjang. Ikan ini memiliki insang, bukan gigi. Matanya besar dan memakan plankton.

“Tanpa diduga, ternyata Acanthodes menjadi gambaran terbaik yang kami miliki mengenai kondisi leluhur terakhir yang sama dari ikan bertulang dan hiu,” ujar pakar biologi Universitas Chicago, Amerika Serikat, Profesor Michael Coates.

“Temuan kami menunjukkan bahwa ikan bertulang tahap awal serupa dengan hiu, bukan sebaliknya. Anggapan awal kami mengenai hiu berbeda pada kenyataannya. Ini vertebrata berahang modern,” katanya seperti dilansir dari Daily Mail.

Dikutip dari vivanews

Iklan

Metrotvnews.com, Georgia: Seekor nyamuk yang terkena tetesan air hujan setara dengan seorang manusia yang terhantam mobil dalam kecepatan tinggi. Baca lebih lanjut

Berdasarkan penelitian di University of Southampton, terdapat 10 negara yang paling berpotensi dihantam asteroid, salah satunya adalah Indonesia. Adapun sembilan negara lainnya adalah Cina, India, Jepang, Amerika Serikat, Filipina, Italia, Inggris, Brasil, dan Nigeria. Baca lanjutannya..

Negara bagian Nevada mengeluarkan ijin pertama untuk Mobil self-driving Google seperti dilaporan Associated Press. Baca lebih lanjut

Jika melihat seekor anjing atau kucing minum ditempat toilet, pikirkan ini, mungkin anda selanjutnya.

Penemuan baru – didanai oleh milyuner mantan bos raksasa Microsoft Bill Gates – bisa mengubah air bekas toilet menjadi air minum seperti diberitakan di dailymail.

Sarah Haigh seorang pakar nanotechnology (ilmu tentang memanipulasi atom pada materi) dari Manchaster University mengatakan, alat itu bisa membuat bekas air toilet aman diminum. Meskipun hasilnya bukan termasuk air mineral tapi sangat berguna menyangkut hidup dan mati untuk masyarakat dunia ketiga yang memang tidak ada air bersih.

Dr Haigh yang bekerja sama dengan ilmuwan lain mendapat dana pertama sebesar $100,000 (£63,000) dari Bill and Melinda Gates Foundation. Ide mereka membuat bahan bakar dan air bersih murah di negara berkembang mengalahkan 2000 proposal lainnya.

Mereka akan mendapatkan lagi $
1m tahun depan jika bisa mendemokan kalau proposal mereka benar benar berhasil.